Ricky Setiawan -
Kusnadi Chahyono -
Kusnadi Chahyono -
Kusnadi Chahyono -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -

Ketika Jagoan Tanah Geber Motor KTM MotoGP, Ini Komentarnya!

Kusnadi Chahyono -
Ketika Jagoan Tanah Geber Motor KTM MotoGP, Ini Komentarnya!

VALENCIA (JackBiker) – Jack! Bagaimana kalau Jawara MXGP 2017, Tony Cairoli (Red Bull KTM Factory Racing) geber motor MotoGP? Dirinya mendapat kesempatan melesatkan KTM RC16 di sirkuit Ricardo Tormo, Valencia bulan Oktober lalu.

Bagi Juara sembilan kali balap di lintasan tanah, pebalap Italia berusia 32 tahun ini mengakui impresinya begitu luar biasa utamanya pada akselerasi dan kecepatan tertingginya.

Sebelum melesat, Cairoli memakai pakaian sempit berbahan kulit serta helm Airoh full face. Tak ketinggalan nomor andalannya 222 terpasang pada bagian fairing depan RC16.

Cairoli dipandu oleh pebalapa penguji, Mika Kalio, KTM RC16 memang tak sebanding dengan sentakan torsi KTM 450 SX-F. Dirinya mengitari lintasan sebanyak 22 lap.

“Hal paling mengejutkan adalah pengereman dan akselerasi yang kuat;  sangat perlu kehati-hatian untuk menemukan limit motor ini yang memang sangat sempurna dan seimbang,” buka Cairoli.

Dirinya menambahkan, “Cengkeraman di tikungan luar biasa. Setidaknya sepuluh tahun lalu terakhir sempat menguji motor MotoGP dan sangat jauh bedanya pada kekuatan motor dan menikung kecepatan tinggi.”

“Saya coba hanya beberapa kali lebih ngotot dan mudah dikendarai serta yakin bisa lebih cepat.”

“Posisi gigi yang terbalik memang cukup sulit awalnya dan sempat lakukan kesalahan, namun cepat beradaptasi. Beruntung ada Mika yang lebih berpengalaman. Dirinya memberikan saran dan bisa mengikutinya di jalur tepat serta bisa lebih baik dari awal; terima kasih Mika!” jelasnya.

“Sangat menegangkan melesat di atas motor dengan kecepatan 300 km/jam. Kita tak biasa dengan kecepatan seperti ini. Luar biasa.”

Cairoli menbeberkan bahwa mengendarai motor MotoGP harus berpatokan pada satu jalur yang tepat. “Tak ada kebebasan untuk mengubah jalur agar enak. Harus mengikuti jalur terbaik dan melakukan seluruhnya dengan sempurna.”

“Ini adalah pengalaman saya pertama kali rebah hingga 59 derajat dan sikut saya menyentuh aspal!” bebernya. [Jack/Kch]

Oom Jack Juga penasaran, kayak apa rasanya?
Komentar


*