Ricky Setiawan -
Kusnadi Chahyono -
Kusnadi Chahyono -
Kusnadi Chahyono -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -
Ricky Setiawan -

Test Ride Honda Sonic 150R Lincah dan Bertenaga

Gilang Satria -
Test Ride Honda Sonic 150R Lincah dan Bertenaga

JAKARTA (JackBiker) – Setelah ‘kencan singkat’ dengan New Honda Sonic 150R saat peluncuran (5/8), rasanya kurang lengkap jika Oom Jack tidak ‘bercinta’ dan mencicipi ‘jepitan’ Ayam Jago (Ayago) andalan PT Astra Honda Motor (AHM) pesaing Suzuki Satria F150 ini.

Berhubung motor yang dipinjamkan oleh AHM menggunakan plat putih (plat sementara), Oom Jack tidak bisa melenggang jauh menyusuri Jakarta (takut ketilang Jack!). Alhasil jalan-jalan kali ini hanya mencakup area RS Fatmawati Jakarta Selatan, hingga Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat.

Posisi
Ada pepatah posisi menentukan prestasi. Kenyamanan riding merupakan poin penting dalam berkendara. Maklum, waktu pengetesan agak sore. Tujuannya memang merasakan macet, agar mengenal motor dengan dimensi panjang 1.941 mm, lebar 669 mm, dan tinggi 977 mm ini saat meliuk di jalan padat.

Sama seperti waktu pertama ‘nyicip’ di JIExpo Kemayoran, stang kemudi yang menggunakan aplikasi stang jepit membuat posisi kaki dan tangan menunduk  tidak jauh berbeda dengan Satria F 150.  Sehingga  konsumen yang pernah merasakan mengendarai Satria F150 kemudian beralih menggunakan Honda Sonic 150R  tidak kagok lagi membetot motor berbobot 114 kg ini.

Benar saja, saat dicoba menerabas Fatmawati dengan kondisi jalanan padat lantaran pengerjaan proyek Mass Rapid Transit ( MRT), handling motor mudah dikuasai. Oom Jack yang agak buncit dengan tinggi badan 167cm ini bisa menapak sempurna di atas aspal karena tinggi jok hanya 764 mm.

Tenaga
Setelah lepas dari kemacetan JL RS Fatmawati, saatnya Oom Jack merasakan hentakan motor yang menggendong mesin 150cc 4-langkah, DOHC, 4-Katup, Silinder Tunggal. Mesin dengan konfigurasi valve in 16 derajat dan valve out 14 derajat ini punya tenaga berlimpah di rpm bawah.

Posisi start penuh di lampu merah Senayan City, kepala agak nunduk, dan selongsong gas dipuntir. Alhasil Oom Jack berhasil tembus 115 km/jam di gigi 5, dan langsung tutup gas sebelum pindah gigi 6 karena keburu jalannya habis di lampu merah.

Mesin 150cc yang diusung CB150R dan Sonic 150R memiliki 3 perbedaan dari generasi sebelumnya, mulai dari struktur Valve, ruang bakar, serta sistem pendingin yang berbeda. Khusus untuk struktur Valve, divergensi terletak dari Valve Angle, Throttle Bore, dan Valve Stem serta Valve Diameter.

Tampilan
Saatnya sesi foto. Motor pun Oom Jack ajak menikung ke dalam Gelora. Mulai dari pintu jaga depan, bapak-bapak (tepatnya mas-mas) security sudah memandang ganas. Datang kemudian pria kurus berkumis tipis (sopir rupanya) bertanya sambil geleng-geleng. “Keren motornya mas, Sonic ya? Saingannya Satria F,” katanya.

Iya,” jawab Oom Jack. “Mesinnya injeksi ya?,” tanya dia. “Iya,” sahut Oom Jack lagi. “Keren juga ya mas, kekar. Soalnya bagian leher (deck) ada lobang-lobang kecil,” imbuhnya sambil pelototin motor pinjaman Oom jack. “Iya mas,” kata Oom Jack sambil mengangguk tanda setuju.

Kesimpulan
Dengan torsi melimpah di putaran bawah motor ini sesuai dengan pasar yang dituju, yakni anak muda tanggung atau remaja. Mesin injeksi juga menawarkan kelebihan lain sejalan banderol yang dipatok Rp 20,050 juta (OTR-Jakarta). Satu yang kurang menurut Oom Jack, yakni  footstep masih kaku, coba model lipat pasti lebih keren.[Jack/Gls]

Akhirnya Oom Jack Bercinta dengan Sonic baru..
Komentar


*